Sabtu, 31 Mei 2014

Ekstraksi Gelombang Mikro Andrographolid Dari Sambiloto Menggunakan Larutan Natrium Benzoat Dan Urea


Ekstraksi Gelombang Mikro Andrographolid Dari Sambiloto Menggunakan Larutan Natrium Benzoat Dan Urea
Nur Aniq, Indah Hartati, Suwardiyono
Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Wahid Hasyim
Jl. Menoreh Tengah X/22, Sampangan, Semarang 50236

Abstrak
Senyawa yang paling banyak terdapat pada daun sambiloto dan paling berperan dalam pengobatan adalah adrographolide. Oleh karenanya perlu dilakukan pemisahan senyawa andrographolide dari sambiloto. Guna mengatasi kelemahan ekstraksi andrographolide secara konvensional yang membutuhkan waktu cukup lama, maka salah satu alternatif proses yang dapat dilakukan adalah ekstraksi menggunakan larutan hidrotop dengan bantuan gelombang mikro. Tujan penelitian pada ekstraksi hidrotropi gelombang mikro  andrographolide adalah untuk, menentukan MHC (minimum hydrotop Concentration), menentukan konstanta setchenow, menentukan pengaruh daya gelombang micro, dan menentukan pengaruh konsentrasi larutan hidrotop. Sebanyak 20 gram serbuk daun sambiloto ditambahkan kedalam 200 ml larutan hidrotrop (1-3M). Campuran dimasukkan kedalam microwave selama 15 menit pada daya 10% dan 30%. Hasil penelitian menunjy\ukkan bahwa pada pelarut natrium benzoate didapat nilai MHC pada konsentrasi 2M baik pada daya 10% dengan persen ekstrak 1.585 dan daya 30% dengan persen ekstra 1.61. Sedangkan nilai MHC untuk urea pada daya 10% dengan persen ekstrak 0.43 yaitu konsentrasi 2 M dan daya 30% dengan persen ekstrak 0.9 pada konsentrasi 1 M. Pengaruh daya mikrowave serta konsentrasi senyawa hidrotropi sangat berpengaruh terhadap perolehan persen ekrstrak andrographolid dan nilai konstanta setchnow. Penggunaan daya 30% dan konsentrasi 3M pada pelarut natrium benzoat diperoleh persen ekstrak terbanyak yaitu 10,91% dengan nilai konstanta setchnow 1,57.
Kata kunci : Sambiloto, Andrographolid, Ekstraksi Hidrotropi, Gelombang mikro

Tidak ada komentar:

Posting Komentar