Ekstraksi Gelombang Mikro Andrographolid Dari
Sambiloto Menggunakan Larutan Natrium Benzoat Dan Urea
Nur Aniq,
Indah Hartati, Suwardiyono
Program
Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Wahid Hasyim
Jl. Menoreh Tengah X/22, Sampangan, Semarang 50236
Abstrak
Senyawa yang paling banyak
terdapat pada daun sambiloto dan paling berperan dalam pengobatan adalah
adrographolide. Oleh karenanya perlu dilakukan pemisahan senyawa
andrographolide dari sambiloto. Guna mengatasi kelemahan ekstraksi andrographolide secara konvensional
yang membutuhkan waktu cukup lama, maka salah satu alternatif proses yang dapat dilakukan
adalah ekstraksi menggunakan larutan hidrotop dengan bantuan gelombang mikro. Tujan penelitian pada ekstraksi hidrotropi gelombang
mikro andrographolide adalah untuk, menentukan
MHC (minimum hydrotop Concentration), menentukan konstanta setchenow, menentukan
pengaruh daya gelombang micro, dan menentukan pengaruh konsentrasi larutan hidrotop.
Sebanyak 20 gram serbuk daun sambiloto ditambahkan kedalam 200 ml larutan
hidrotrop (1-3M). Campuran dimasukkan kedalam microwave selama
15 menit pada
daya 10% dan 30%. Hasil penelitian menunjy\ukkan bahwa pada pelarut natrium benzoate didapat
nilai MHC pada konsentrasi 2M baik pada daya 10% dengan persen ekstrak 1.585
dan daya 30% dengan persen ekstra 1.61. Sedangkan nilai MHC untuk urea pada
daya 10% dengan persen ekstrak 0.43 yaitu konsentrasi 2 M dan daya 30% dengan
persen ekstrak 0.9 pada konsentrasi 1 M. Pengaruh daya mikrowave serta
konsentrasi senyawa hidrotropi sangat berpengaruh terhadap perolehan persen
ekrstrak andrographolid dan nilai konstanta setchnow. Penggunaan daya 30% dan
konsentrasi 3M pada pelarut natrium benzoat diperoleh persen ekstrak terbanyak
yaitu 10,91% dengan nilai konstanta setchnow 1,57.
Kata kunci : Sambiloto, Andrographolid, Ekstraksi
Hidrotropi, Gelombang mikro